Keputusan Tepat Meraih Mimpi

By. Abdul Haris Abdullah
Dosen Manajemen Pendidikan STAIN Manado
aharisabdullah@gmail.com

Ketika para eksekutif PTAIN memimpikan sebuah inovasi baru untuk menarik minat masyarakat muslim memasukkan anak-anak mereka ke kampus-kampus PTAIN sehingga dapat meningkatkan jumlah mahasiswa yang terus menerus turun dari tahun ke tahun, hal tesebut terlihat sebagai suatu ide besar dan menantang.

Para ahli strategi plan PTAIN berlomba membangun jaringan luas, dengan dukungan anggaran yang memadai dan didukung oleh komitmen dan kesadaran para eksekutifnya. Para eksekutif berucap “keajaiban baru dalam memenangkan strategi market rekrutmen mahasiswa” dan yang lainnya berucap “abad kesadaran baru PTAIN”.

Lebih dari 8 tahun dan anggaran yang sangat banyak digunakan. Pertanyaannya apakah proyeksi inovatif tersebut akan berhasil atau tidak. Sejak inovasi baru ini mulai dijalankan dan dievaluasi keberhasilannya hanya meraih 30 % dari target. Jauh di bawah target yang diproyeksikan yakni 85 %. Pendapatan tidak berbanding lurus dengan pengeluaran. Keadaan ini memaksa pihak Departemen Keuangan RI melakukan koreksi atas PAGU PTAIN yang diajukan khusus poin mata anggaran sosialisasi PTAIN. Keadaan ini pula menyebabkan PNBK PTAIN mengalami stagnasi dalam arti profitability tidak mengalami peningkatan atau pertambahan.

Sekarang para eksekutif PTAIN yang bertanggung jawab terhadap gerakan inovasi PTAIN sedang mengalami tekanan untuk dapat mempertaruhkan anggaran lebih banyak lagi jika tidak ingin dikatakan gagal. Itulah hal terakhir yang harus dilakukan oleh PTAIN. PTAIN hampir tanpa cela setiap laporan akuntabilitas anggarannya setiap tahun, sehingga mereka melalui eksekutifnya tetap diberi reward kenaikan pada setiap PAGU yang diajukan.

Harapan yang sia-sia? Namun para eksekutif sedang memberikan isyarat dukungan untuk proyek inovasi baru rekrutmen mahasiswa baru. Dengan isyarat dukungan eksekutif masing-masing PTAIN memungkinkan untuk meneruskan inovasi haluan produk-produk pendukung keberhasilan inovasi PTAIN.
PTAIN sedang sakit yang berada di bawah tekanan finansial yang berat. Pihak Depag RI menghendaki PTAIN untuk menempatkan target capaian 85 % bisa diperoleh. Perlu penempatan anggaran yang maksimal, efisien dan efektif dalam meraih optimalisasi hasil yang terencana. Para eksekutif dipaksa agar dapat berucap “kami percaya terhadap model rancana yang kami susun” dan “kami berharap kami dapat menemukan cara mengatasi hal ini”.

Para eksekutif PTAIN menyanggah bahwa para pelanggan utama yakni masyarakat muslim Indonesia skeptis ketika PTAIN memasuki kembali inovasi yang terlihat gagal tersebut. Para kritikus meramalkan para pelanggan PTAIN tidak akan mengalami pergeseran yang berarti untuk sebuah harapan dalam keluarga mereka untuk rencana memasukkan anak-anak mereka pada PTAIN. Namun optimisme eksekutif PTAIN tetap ada yakni “ada sinar baru meraih mimpi melalui keputusan yang tepat”, sekali lagi mereka yakin bahwa ini akan menjadi “keputusan yang tepat meraih mimpi”. Belum tentu demikian. Meskipun pelanggan PTAIN memperoleh informasi baru dalam inovasi gerakan perubahan terencana. Tetapi para pelanggan PTAIN terasa amat sulit untuk merubah prejudice mereka. Isu global yang menjadi eksternal faktor dalam pembuatan pilihan keputusan pelanggan penting untuk dikalkulasi kembali para eksekutif PTAIN. Kompetitif ekonomis yang dibutuhkan agar dapat menawarkan harga yang menarik bagi jumlah pelanggan dalam menentukan pilihan berpihak kepada keputusan tepat PTAIN.

Yang lebih buruk lagi, persaingan justru diperkirakan akan semakin memanas. Bertumbuhnya perguruan tinggi sejenis atau umum, kesadaran yang sama dari perguruan tinggi-perguruan tinggi lain. Tentu para pesaing akan menawarkan paket-paket lebih murah dibanding dengan program yang direncanakan PTAIN dan belum dilakukan koreksi. Semua hal ini membuat eksekutif PTAIN cemas. Meski PTAIN memperoleh banyak reward dalam peningkatan anggran tahunannya. Ketambahan 20 % anggaran tahunan dalam PAGU PTAIN belum dapat menjamin gerakan minat pasar memperebutkan pelanggan bisa beriring. Tetapi yang nyata nampaknya koreksi pasar pelanggan bisa mencapai 10 % di tahun-tahun mendatang. Para pelanggan agaknya khawatir PTAIN tak dapat mewujudnyatakan slogan inovatif yang mereka hendak capai.
Jika PTAIN tidak dapat membuktikan secara nyata dan terbuka apa yang mereka namakan inovasi baru tersebut, maka posisi tawar di pasar akan mengalami  koreksi yang lebih serius. Wallahua’alambissawab

Catatan diskusi: Haruskan PTAIN meneruskan mimpi dalam meraih inovasi rekrutmen mahasiswa baru? jelaskan dan posisikan diri anda sebagai eksekutif perubahan. Change for progress.

2 Respon untuk Keputusan Tepat Meraih Mimpi

  1. Ali Idrus mengatakan:

    Untuk mengejar cita-cita tidak hanya melalui mimpi, mungkin bisa memulai dari memberikan bukti nyata kepada calon mahasiswa. kalau duit nya bisa mengalir tolong kirim ke Jambi buat Naik Haji … haha

  2. lebih maju lagi ya stain, mahasiswanya juga lebih kretif lagi, biar ntar kalo selesai sarjana bisa berguna buat dunia….

    “yang terpenting bukan siapa yang duluan sarjana, namun siapa yang duluan kaya dan masuk surga”

    by Maulana Malik Al-Habiby

    visit our website
    http://www.danaBCA.com/
    http://www.formulasukses.com/
    http://www.digitallapak.com/
    http://www.iklansulut.com/
    dll…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.